Wednesday, June 30, 2010

Tanaman obat Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.)


Tumbuhan herbal ini berasal dari Amerika tropik,sangat mudah tumbuh di mana saja terutama di daerah yang lembab akan lebih subur,tanaman obat yang satu ini sudah sangat familiar dan tidak asing juga mudah di temukan,walau sering terlihat sepele namun tumbuhan obat ini banyak khasiatnya,jadi bukan untuk konsumsi sehari-hari saja tanaman herbal ini pun dapat di jadikan sebagai alternatif pengobatan.

BAGIAN BIASA DIGUNAKAN
bagian tumbuhan dapat digunakan  buah, akar, daun, dan batang.

PEMAKAIAN
jika di gunakan untuk obat yang diminum, buah cabai rawit gunakan sesuai dengan kebutuhan.cabai rawit dapat direbus atau dibuat bubuk serta pil.
untuk pemakaian luar, rebus buah cabai rawit secukupnya, lalu uapnya digunakan untuk memanasi bagian tubuh yang sakit atau giling cabai rawit sampai halus,turapkan ke bagian tubuh yang sakit, seperti rematik, jari terasa nyeri karena kedinginan (frosbite). 
Gilingan daun yang dilulurkan ke tempat sakit digunakan untuk mengobati sakit perut dan bisul.
PENYAKIT YANG BISA DI OBATI 
Rematik
Giling 10 buah cabai rawit sampai halus. Tambah 1/2 sendok teh kapur sirih dan air perasan sebuah jeruk nipis, aduk rata. kemudian Balurkan pada bagian tubuh yang sakit.

Frosbite
Buang biji beberapa buah cabai rawit segar, giling sampai halus, lalu balurkan ke tempat yang sakit.
 
Kaki dan tangan lemas (seperti lumpuh)
Sediakan 2 bonggol akar cabai rawit, 15 pasang kaki ayam yang dipotong sedikit di atas lutut, 60 gram kacang tanah, dan 6 butir hung cao. Bersihkan bahan-bahan tersebut dan potong-potong seperlunya. Tambahkan air dan arak sama banyak sampai bahan-bahan tersebut terendam seluruhnya (kira-kira 1 cm di atasnya). Selanjutnya, tim ramuan tersebut. Setelah dingin, saring dan air saringannya diminum, sehari dua kali, masing-masing separo dari ramuan.

Sakit perut
Cuci daun muda segar secukupnya, giling sampai halus. Tambahkan sedikit kapur sirih, aduk rata. Balurkan pada bagian perut yang sakit.


Catatan:
Penderita penyakit saluran pencernaan, sakit tenggorokan, dan sakit mata dianjurkan untuk tidak mengonsumsi cabai rawit.

Rasa pedas di lidah menimbulkan rangsangan ke otak untuk mengeluarkan endorfin (opiat endogen) yang dapat menghilangkan rasa sakit dan menimbulkan perasaan lebih sehat.
Hasil penelitian terbaru, cabai rawit dapat mengurangi kecenderungan terjadinya penggumpalan darah (trombosis), menurunkan kadar kolesterol dengan cara mengurangi produksi kolesterol dan trigliserida di hati.

Pada sistem reproduksi, sifat cabai rawit yang panas dapat mengurangi rasa tegang dan sakit akibat sirkulasi darah yang buruk. Selain itu, dengan kandungan zat antioksidan yang cukup tinggi (seperti vitamin C dan beta karoten), cabai rawit dapat digunakan untuk mengatasi ketidaksuburan (infertilitas), afrodisiak, dan memperlambat proses penuaan.

Tanaman Obat Belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.)

tanaman obat Bayam (Amaranthus tricolor L.)

No comments:

Post a Comment